Jumat, 20 November 2009

FORMAT DATA

MENGKONVERSI DATA
konversi data adalah suatu kegiatan memindahkan data dari sistem yang lama ke sistem yang baru melalui serangkai proses yang valid. Sekilas dapat di gambarkan berdasarkan urutannya yakni dari mulai:

Pengumpulan data---Pembersihan Data---Persiapan Data---Pemeriksaan Data Pra Pemasukan Data---Pemasukkan Data---Pemeriksaan Data Pasca Pemasukan Data.

Rangkain di atas merupakan bagian dari implementsi sistem konversi data yang biasa dilakukan pada suatu unit organisasi atau pada setiap proyek implementasi sistem ERP (Enterprise Resource Planning).
 
Adapun istilah-istilah Umum yang biasa muncul pada konversi data antara lain:
1.Data Element/Group-Penentu identitas sistem atas data (kelompok) atau data elemn di dalam suatu sistem baru.
2.Name-Nama deskriptif dari data kelompok atau data elemn di dalam sistem baru.
3.Source Database-Database atau file yang sudah ada di mana elemen data yang teridentifikasi pada nomor 2 diatas tercantum.
4.Soruce Segment-Segmen atas sumber database di mana elemnt data saat ini berada.
5.Soruce Element-Nama elemen di dalam segmen sumber. Field ini harus diusahkan tetap kosong jika nama sumber data sama dengan data yang dituju.
6.Other-Sumber alternatif atas tujuan elemen data jika tidak tersedia di dalam database atau file sistem yang telah ada.
7.Validation Rule-aturan-aturan yang dapat diterapkan untuk melakukan pengecekan atas nilai sesungguhnya dari elemen data sebelum dikonversi ke sistem baru.
8.Processing Rule-Aturan-aturan untuk melakukan kalkulasi atas nilai tertentu terhadap elemen data terbaru. Aturan ini khusus untuk memperoleh nilai yang layak atas elemen data bila transkripsi sederhana atas data yang ada tidak cukup.
Aktifitas konversi data ini dapat dilakukan oleh analis, administrator database ataupun administrator data. Aku sendiri menyarankan jka memasukkan data pada aplikasi baru sebaiknya menggunakan data dari aplikasi lama atau diciptakan dari sumber-sumber lain bila aplikasi baru menggantikan aplikasi yang ada, atau dengan aplikasi yang pertama kali diterapkan oleh organisasi. Penentuan pemetaan konversi sendiri merupakan cara terbaik untuk menyusun keperluan konversi sehingga pada akhirnya akan menjadi input pada perencanaan konversi dan pengembangan program-program konversi yang akan dilakukan oleh suatu organisasi selanjutnya. Tujuan akhir yang di dapat sudah barang tentu adalah kesinambungan data dan pengembangan data yang lebih akurat, valid dan kontinyu.







-Xfig/Tgif merupakan salah satu program gambar 2-D berbasis vektor yang hanya dapat dijalankan pada lingkungan Unix. Program ini sangat bagus digunakan untuk membuat/menggambar peta, walaupun pola isian yang disediakan oleh program ini masih terbatas.
Menggambar sebuah peta dapat dilakukan dengan beberapa macam cara, misalnya mengeplot data yang diukur secara langsung di lapangan atau mengkonversi data analog (misalnya gambar peta) ke dalam data digital. Cara yang paling mudah dilakukan adalah mengkonversi data analog ke data digital, karena tidak dibutuhkan waktu untuk melakukan pengukuran kembali di lapangan atau data analog sudah sedemikian banyak tersedia di publik. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengkonversi data analog ke digital. Pada artikel ini akan dicoba untuk membahas bagaimana mengubah data analog ke data digital dengan bantuan program-program yang tersedia pada lingkungan Linux.
Mengubah data analog ke data digital
Ada dua alat yang dapat dipakai untuk mengubah data analog ke data digital, yaitu scanner dan digitizer. Kedua alat ini mempunya prinsip dan format data yang berbeda. Scanner akan menghasilkan data digital dalam format raster/bitmap (BMP, TIFF, PBM, GIF, JPEG, dll). Data dalam format ini tidak bagus jika ingin dijadikan sebagai peta dasar atau jika skalanya diubah-ubah. Format data yang bagus dalam hal ini adalah vektor. Dengan format vektor dimungkinkan untuk melakukan penskalaan, perubahan bentuk poligon, dan lain sebagainya. Format data ini dapat dihasilkan dengan bantuan digitizer atau dengan melakukan konversi dari data raster ke data vektor dengan suatu program. Ada beberapa program yang dapat digunakan untuk konversi ini, misalnya g3data dan Autotrace. g3data dapat digunakan untuk mengekstraksi data dari suatu grafik. Prinsip kerja program ini mirip dengan digitizer. Autotrace akan mengkonversi data raster ke data vektor secara otomatis.
Bagaimana dengan alat digitizer? Digitizer memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih titik-titik mana yang akan diambil sebagai titik acu dalam penggambaran peta. Semakin banyak titik yang diambil dengan digitizer semakin baik peta yang dapat digambar. Dengan teknik interpolasi "spline cubic" atau "bspline" tidak diperlukan lagi pengambilan titik sedetail mungkin. Ini akan memboroskan waktu. Pengambilan titik cukup dilakukan pada titik belok atau puncak gradien dari suatu gambar, lalu titik yang lain bisa diinterpolasi dengan program yang lain. Gambar peta pada gambar 1 diinterpolasi dengan program gnuplot. Pengambilan data (digitizing) dilakukan dengan program Surfer.
Mengubah format ASCII dengan gnuplot
Data yang didigitize dengan program Surfer biasanya mempunyai susunan X,Y (koordinat) yang bisa disimpan dalam format ASCII. Sebelum data ini dapat digunakan pada program penggambar vektor, misalnya Tgif atau Xfig maka format data harus dikonversi ke dalam format yang bisa dibaca oleh program ini. Caranya adalah dengan menambahkan parameter format data ke dalam file ASCII tersebut yang sesuai dengan format program yang dipakai, misalnya .obj untuk format Tgif dan .fig untuk format Xfig. Untuk melakukan perubahan isi file data ini, kita harus mengerti tentang format file baik .obj atau .fig (lihat artikel mengenai format file FIG).
Cara lain dan paling mudah adalah dengan menggunakan program gnuplot karena gnuplot memiliki terminal keluaran untuk kedua program gambar ini.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengubah file dari digitizer (ASCII) ke format .obj atau .fig adalah sebagai berikut:
Buat script gnuplot hingga diperoleh gambar peta sesuai dengan yang didigitize
Tambahkan perintah set terminal pada script gnuplot sebagai berikut:
untuk file .fig
set term fig color big pointsmax 5000 landscape metric \
fontsize 18 size 42 29.7 thickness 1 depth 50
set output "indo.fig"

untuk file .obj
set term tgif landscape [1,1] solid "Roman" 4
set output "indo.obj"
Kompilasi script gnuplot dengan program gnuplot akan dihasilkan file .fig dan file .obj
Edit file .fig dengan program Xfig atau file .obj dengan program Tgif