Rabu, 16 September 2009

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN FRIENDSTER

A. APAKAH FRIENDSTER MEMBAYARMU????????

Mungkin kita pernah mendengar kata “friendster”, dan saya yakin sebagian besar kita pasti memiliki account di Friendster. Bahkan sebagian besar anak muda Indonesia pasti terdaftardi friendster.

Lantas apa yang membuat saya mengatakan “say good bye to friendster ?”

Saya mengatakan demikian karena ada sebuah program social networking seperti friendster yang dapat mendatangkan pemasukan financial kepada anda.

Apakah anda tau dari mana Friendster memperoleh keuntungan ? jawabannya adalah GOOGLE ADSENSE. Lalu apa itu google adsense ? Secara singkat, AdSense adalah layanan iklan yg dimiliki oleh Google, dimana para pemilik situs dapat memasang iklan tersebut di situs2 mereka dan mendapatkan penghasilan tambahan. Iklan yg muncul bermacam-macam jenisnya, bisa berupa teks, gambar, bahkan video. Lebih lengkapnya tentang adsense klik disini.

Coba anda perhatikan friendster anda, pasti di sisi sebelah kiri ada beberapa link iklan google yang di tandai dengan tulisan ads by google. Iklan tersebut tidak hanya muncul pada friendster anda saja tapi pada semua orang di muka bumi ini yang menggunakan layanan friendster dan tidak hanya itu saja, iklan tersebut hadir di setiap halaman friendster anda.

Saya yakin ratusan ribu dollar setiap bulannya. masuk kedalam rekening si empunya friendster Lantas apa untungnya bagi kita ? ya kita hanya dapat menikmati fasilitas yang disediakan oleh friendster dan tidak memperoleh keuntungan financial darinya.

Sekarang ini ada program baru yang dapat memberikan kita multi profit. Program social networking community ini tak ubahnya dengan friendster. Yang membedakannya hanya keuntungan yang didapat. Friendster tidak membayar apapun pada kita sedangkan program ini membayar dollar kepada kita.

Kalau ada yang dapat menghasilkan uang kenapa kita tetap bertahan dengan yang tidak memberikan kita pemasukan financial ? ayo bergabung sekarang juga dan kumpulkan dollar anda.

B.FRIENDSTER KURANG AJAR!!!!!!!!!!!!

WARNING!!!!
Kayaknya FS ni pengennya menang sendiri, kenapa tidak? Di FS, kita menulis “yuwie” 1 kata saja di comment atau message, pesan kita ga akan terkirim atau ga akan keliatan. What happen? Selain Yuwie, FS juga men-sensor beberapa situs atau kata tertentu. Tambah kurang ajar, ga? Jadi jangan harap bisa menyebarkan Yuwie lewat fs, kecuali dengan trik khusus agar kita dapat mengundang teman kita dari FS, kalo perlu ajakin mereka exodus besar-besaran dari FS ke Yuwie yang mau membayar membernya, HUAHAHHAHA :D

C. FACEBOOK VS FRIENDSTER

Di Indonesia, mungkin Facebook tidak sepopuler Friendster. Tetapi lambat laun banyak yang beranggapan Facebook akan mengalahkan Friendster. Ranking di Alexa.com pun membuktikan Facebook jauh menandingi Friendster. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu akun baru perharinya Lebih dari 25 juta pengguna aktif menggunakan facebook setiap harinya. Dan rata-rata pengguna menghabiskan waktu minimal sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook.
Keuntungan menggunakan facebook adalah ia dapat mencarikan teman yang mirip dengan profile kita. Kadang teman-teman lama bisa muncul dalam halaman facebook tanpa perlu kita cari. Yang penting informasi yang kita berikan lengkap, misalkan kuliah di mana, angkatan berapa, hobby, pekerjaan, lokasi tempat tinggal dan sebagainya. Dengan begitu dalam sekejab seseorang dapat menemukan teman-teman lama plus teman-teman baru sesuai dengan profile yang sudah diisi di facebook.
Mungkin itu saja yang bisa saya jelaskan tentang facebook, oh ya.. hampir saya lupa di Indonesia juga mempunyai facebook dengan alamat www.kombes.com, kalau memang kalian belum mempunyai facebook lebih baik daftar saja di situs tersebut, cintailah produk dalam negeri. Akhirnya karena sudah agak lama ngobrolnya kamipun bubar untuk melanjutkan tugas masing-masing.

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN INTERNET


A.

Pertama-tama, internet dapat digunakan dalam tahapan awal rekrutmen yaitu untuk menyaring keluar kandidat yang tidak memenuhi syarat.

Anda yang bekerja di bagian HRD tentu tahu betapa repotnya melakukan screening puluhan bahkan ratusan resume yang dikirimkan para pelamar. Belum lagi panggilan telepon yang harus dilakukan untuk konfirmasi dan juga panggilan interview.

Dengan menanyakan kepada pelamar beberapa pertanyaan mendasar saja secara online, semua proses itu dapat dieliminasi.

Bila dalam resume terdapat segala informasi "yang ingin diberikan pelamar kepada Anda", maka dengan membuat sebuah kuesioner pendek saja di situs web perusahaan Anda, Anda mendapatkan "apa yang Anda ingin tahu dari pelamar."

Dari kuesioner pendek itu, bagian rekrutmen/seleksi sudah bisa membagi para pelamar ke dalam kategori "Ya" atau "Tidak."

Harap diingat bahwa, karena ini adalah screening awal, maka usahakan pertanyaan sesedikit mungkin, hanya pertanyaan yang sangat mendasar.

Kalau kita melihat informasi Karir di sebagian besar situs web korporat di Indonesia, banyak di antara mereka yang memasang form aplikasi yang sangat lengkap untuk diisi oleh pelamar. Bahkan ada yang sampai harus berkali-kali klik pindah halaman.

Apakah form seperti ini efektif? Menurut Jason Phillips, Manajer Senior Human Capital di Deloitte Consulting Research New York, proses screening awal seharusnya tidak memakan banyak waktu dari pelamar.

Menurutnya, apabila mengisi form secara online itu memerlukan waktu lebih dari 20 menit, maka kemungkinan perusahaan akan kehilangan banyak kandidat yang berpotensi ---mereka yang menyerah sebelum sempat menyelesaikan semua pertanyaan dalam form aplikasi.

Phillips menasihati agar perusahaan menanyakan hanya tiga sampai lima pertanyaan saja, yang berfungsi mengeliminasi kandidat yang tidak memiliki sebagian besar dari persyaratan paling mendasar, yaitu misalnya: ijazah S1, tempat tinggal, kesediaan untuk bekerja di luar kota.

Setelah melewati proses screening, maka barulah kandidat diikutsertakan dalam proses seleksi selanjutnya.

Background Check

Selain digunakan untuk screening, internet juga sangat membantu untuk background checking. Banyak organisasi yang meng-Google calon karyawan sebelum mempertimbangkan untuk mempekerjakan calon tersebut atau bahkan untuk mewawancarai calon tersebut.

Keuntungan menggunakan Google atau search engine yang lain adalah kemampuan para search engine itu untuk mencari informasi apa pun dan mulai kapan pun, tentang seorang calon karyawan, yang tersedia di internet. Akan ditemukan banyak hal yang menarik, yang tidak bisa ditemukan melalui wawancara atau resume.

Kemungkinan terbesar apabila kita meng-Google nama seorang calon, maka yang keluar adalah blog pribadi calon karyawan tersebut. Belakangan ini memiliki dan mengelola blog pribadi sudah kian populer di kalangan eksekutif di Indonesia.

Selain blog pribadi, hasil pencarian di search engine juga sering kali menemukan pemberitaan tentang calon karyawan tersebut, pemberitaan tentang aktivitasnya, jabatannya di dalam situs web perusahaan tempat dia bekerja, maupun artikel atau publikasi yang pernah ditulisnya.

Namun para pakar juga menasihati agar perusahaan berhati-hati dan menggunakan informasi yang berlimpah ini dengan bijaksana. Dengan mencari lewat search engine, maka akan menghasilkan terlalu banyak informasi yang biasanya tidak akan ditanyakan dalam proses seleksi, maupun informasi yang tidak diberikan secara terbuka oleh kandidat.

Banyak detil yang bisa diungkap dengan mesin pencari di Internet yang seharusnya tidak menjadi dasar pertimbangan perusahaan yang bertanggung jawab, misalnya usia, etnis, agama, dan orientasi seksual.

Blog sebagai Alat Branding

Selain dua kegunaan di atas, perusahaan juga bisa memanfaatkan internet untuk proses branding, yaitu meningkatkan daya tarik perusahaan terhadap calon pelamar. Perusahaan bisa membuat blog perusahaan, atau membuatkan blog untuk karyawannya, sehingga karyawan bisa menceritakan dari sudut pandang mereka sendiri mengenai suasana bekerja di perusahaan.

Blog akan mendapat kepercayaan yang lebih tinggi dari pembaca, karena dianggap muncul dari hati yang paling dalam, tidak disensor, dan personal.

Microsoft adalah salah satu perusahaan yang paling awal menggunakan blog sebagai penunjang rekrutmen. (Nike, IBM, dan General Motors juga melakukannya kemudian). Sejak 2003 Microsoft sudah menyediakan hosting bagi blog karyawannya. Saat ini terdapat lebih dari 1,300 blog milik karyawan Microsoft. Beberapa karyawan Microsoft bahkan menjadi terkenal di dunia online. Perusahaan berharap para karyawan dan blog mereka akan memberikan pandangan yang sejujurnya tentang citra perusahaan sebagai tempat bekerja yang berkembang.

Para karyawan Microsoft tidak didikte tentang apa yang harus mereka tulis, seberapa sering, ataupun berapa banyak yang bisa ditulis. Salah satu petunjuk dari perusahaan adalah larangan untuk memberikan informasi yang belum dipublikasikan tentang produk baru. Isi blog karyawan seputar informasi tentang Microsoft sebagai tempat kerja dan bagaimana karyawan menghabiskan waktu liburnya dan juga komentar karyawan tentang berita-berita aktual.

Blog memang seyogyanya tidak dikontrol oleh perusahaan, karena bila dikontrol, tidak ada bedanya dengan situs web korporat. Para pembaca akan segera bisa mengenali apabila sebuah blog dikontrol. Namun aturan-aturan tentang blog perlu juga dijelaskan oleh perusahaan untuk mencegah blog karyawan menjadi bumerang bagi perusahaan.


B.


Akses negatif lewat internet Pengaruh negatif lain, adalah terbukanya akses negatif anak dari penggunaan internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet. Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet. Meski demikian, bahwa mengajarkan internet bagi anak, di zaman sekarang merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan orangtua. Pertama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet. Karena itu, orangtua terlebih dahulu harus ‘melek’ media dan tidak gatek. Sayangnya, seringkali anaknya sudah terlalu canggih, sementara orangtuanya tidak tahu apa-apa. Tidak tahu bagaimana membuka internet, juga tidak tahu apa-apa soal games yang suka dimainkan anak. Nanti ketika ada akibat buruknya, orangtua baru menyesal. Kedua, gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan. Ketiga, letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.